Tampilkan postingan dengan label Akidah & Akhlak. Tampilkan semua postingan
Akidah & Akhlak , Al-Quran
MANUSIA tidak lepas dari khilaf sehingga sering berbuat dosa (melanggar aturan Allah Swt). Pepatah Arab mengatakan, Al-Insanu Mahalul Khoto wan Nisyan, manusia itu tempatnya salah dan lupa.
Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Nabi Muhammad Saw yang memiliki budi pekerti yang agung (khuluqin adzim), teladan yang baik (uswatun hasanah), dan dijaga oleh Allah dari perbuatan dosa (ma'shum).
Pengertian Dosa dalam Islam
Dosa adalah konsep Islam adalah perbuatan maksiat atau melanggar larangan Allah SWT. Rasulullah Saw menyatakan, dosa itu kebalikan dari perbuatan baik. Dosa, sabda Nabi Saw, akan membuat gelisah hati seorang mukmin dan merasa malu jika perbuatan buruknya itu diketahui orang lain.
الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ . [رَوَاهُ مُسْلِم]
“Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain.” (HR. Muslim).
Karena kasih-sayang-Nya, Allah SWT Maha Pengampun. Allah SWT selalu berkehendak menghapus atau mengampuni semua dosa hamba-hamba-Nya.
"Katakanlah! Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampunkan semua dosa” (QS. Az-Zumar:53).
Dalam sebuah Hadits Qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman:
قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
5 Amalan Penghapus Dosa
Berikut ini 5 amalan penghapus dosa.1. TOBAT
Tobat adalah menyatakan penyesalan, memohon ampunan kepada Allah, dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang melanggar aturan-Nya.
"Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 37).
“Dan Dialah (Allah) yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Asy-Syura: 25)
“Bahwa Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat jelek di siang hari dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat jelek di malam hari sehingga matahari terbit dari arah barat.”(HR. Muslim).
“Orang yang bertaubat dari dosanya bagaikan orang yang tidak mempunyai dosa sama sekali” (HR. Ibn Majah, Sahih al-Jami’).
Cara tobat yaitu dengan memanjatkan doa memohon ampunan dan/atau shalat taubat. Doa paling ringkas adalah istighfar. Doa panjang antara lain sebagaimana tercantum dalam hadits Shahih Bukhari dan Muslim berikut ini:
اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »
"Alloohumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiron wa laa yaghfirudz dzunuuba illa anta faghfirlii maghfirotan min 'indika warhamnii innaka antal ghofuurur rohiim"
"Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (HR. Bukhari dan Muslim).
Shalat Tobat adalah shalat dua rakaat lalu meminta ampun kepada Allah SWT dengan doa istighfar dalam bahasa apa saja, termasuk doa minta ampun dalam hadits di atas.
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
2. ISTIGHFAR
Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah Swt dengan kalimat "Astaghfirullahal'adzim"atau kalimat lain yang semakna.
"Beristighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun..." (QS. Nuh:10).
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (QS.Hud : 3).
"Barangsiapa beristighfar secara rutin, pasti Allah memberinya jalan keluar dalam kesempitan dan memberi rezeki yang tiada terhingga padanya." (HR. Abu Daud).
3. SEDEKAH
Sedekah yaitu menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang yang membutuhkan (kaum dhuafa) dan mendanai dakwah atau syiar Islam.
Sedekah bisa diartikan juga dengan mengeluarkan harta yang tidak wajib di jalan Allah (selain zakat). Sedekah juga meliputi bantuan nonmateri atau ibadah-ibadah fisik nonmateri, seperti menolong orang lain dengan tenaga dan pikiran, mengajarkan ilmu, bertasbih, dan berdzikir.
"Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api" (HR. Tirmidzi).
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18).
4. SABAR MENGHADAPI MUSIBAH/UJIAN
Musibah, seperti sakit, termasuk penghapus dosa, selama kita bersabar dan tawakal kepada Allah Swt atas ujian tersebut.
“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Sesunguhnya apabila Aku menguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepada-Nya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya (dalam keadaan) bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.“ (HR. Ahmad).
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR Bukhari).
“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim).
“Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim, Ibnu Hibban).
“Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”. (HR. Al-Hakim).
“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim).
“Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim).
5. MELAKUKAN AMAL KEBAIKAN
Amal kebaikan (amal saleh), seperti mengerjakan ibadah wajib (shalat, zakat, puasa, haji) dan ibadah sunah seperti shalat malam, juga menolong sesama, senyum (menyenangkan orang lain), membaca Al-Quran, berkata-kata yang baik, menyempurnakan wudhu, dapat menghapuskan dosa.
"Sesungguhnya kebaikan itu menghapuskan keburukan, yang demikian itu adalah peringatan bagi orang orang yang ingat." (QS. Hud:114).
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan: "Sesungguhnya melakukan kebaikan itu menghapuskan dosa dosa silam".
Rasulullah Saw bersabda: "Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan kerana (pahala) kebaikan itu dapat menghapuskan (dosa) keburukan". (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim, dan Tabrani).
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak (perangai/perilaku) yang baik.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).
“Shalat lima waktu dan Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).
“Hendaklah kalian shalat malam, kerana ia adalah adat orang yang salih sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa.” (HR. Al-Hakim).
“Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik.” (HR. Al-Kharaithi)
“Mahukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat darajat. Mereka menjawab: ya, wahai Rasulullah. Beliau berkata: sempurnakan wudhu’ ketika masa sulit dan memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu solat satu ke solat yang lain, kerana hal itu adalah ribath.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).
Demikian amalan penghapus dosa. Semoga kita senantiasa mampu mengindari perbuatan dosa. Astaghfiruloohal 'adzhiiim... ! Amin...! Wallahu a'lam bish-shawab.
Agama , Akidah & Akhlak , Iman & Ibadah

Sunah Malam Jumat identik dengan "kegiatan tertentu". Ada salah paham dan salah kaprah tentang amalan sunah malam Jumat. Menurut para ulama, tidak ada satu pun ayat dan hadits shahih yang menyebutkan bahwa "kegiatan tertentu" itu merupakan sunah malam jumat atau sunah dilakukan malam jumat.
Yang ada adalah hadits tentang sunah mandi sebelum shalat Jumat. Mungkin hadits itu yang lalu dihubung-hubungkan dengan "kegiatan tertentu" pada malam jumat tersebut.
Bukan hanya itu, beredar pula bahwa "kegiatan tertentu" itu sama dengan "membunuh sekian Yahudi". Menurut para ulama, sama sekali tidak ada dasar dalil, Quran ataupun hadits, tentang hal tersebut.
Ini Amalan Sunah Malam Jumat yang Sebenarnya!
Yang jelas ada dalilnya tentang amalan sunah malam Jumat adalah Membaca Surat Al-Kahfi. Ada juga dalil tentang baca Surat Yasin, namun dalilnya disebut lemah (dhoif) oleh para ahli hadits.Dari Sa’id al-Khudriy ia berkata, Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.
“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah)” (HR. Ad Darimi).
Selain membaca Surat Al-Kahfi, amalan sunah malam Jumat lainnya adalah Memperbanyak Sholawat kepada Nabi Muhammad Saw.
“Perbanyaklah shalawat untukku pada hari jum’ah dan malam jumah, karena barangsiapa yang bershalawat untukku dengan satu shalawat, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali” (HR. Baihaqi).
Hanya dua amalan itulah yang dalilnya kuat mengenai amalan sunah malam Jumat: Baca Quran Surat Al-Kahfi dan Perbanyak Sholawat. Lainnya, lemah, bahkan palsu, atau lebih parah lagi tidak bersumber dari mana pun. Jadi, kedua hal itulah Amalan Sunah Malam Jumat yang Sebenarnya!
Dalam beribadah kita tidak bisa mengarang-ngarang, tapi harus sesuai dengan Al-Quran dan hadits, termasuk contoh dari Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Jika tidak, amalan itu ditolak. Islam itu mudah, kita yang suka bikin susah dengan menambah-nambah amalan tertentu.
Islam itu sudah sempurna, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا
“ … Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [QS. Al-Maa’idah: 3].
Menurut Tafsir Ibnu Katsir:
“ … Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [QS. Al-Maa’idah: 3].
Menurut Tafsir Ibnu Katsir:
"(Ayat) ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla terbesar yang diberikan kepada umat ini (umat Islam), tatkala Allah menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali."
Jadi, jika menambah-nambah amalan, maka menyelisihi ayat tersebut. Wong Allah SWT saja sudah menyatakan Islam lengkap, sempurna, kok ditambah-tambah? Wallahu a'lam.(www.inilahrisalahislam.blogspot.com).*
Jadi, jika menambah-nambah amalan, maka menyelisihi ayat tersebut. Wong Allah SWT saja sudah menyatakan Islam lengkap, sempurna, kok ditambah-tambah? Wallahu a'lam.(www.inilahrisalahislam.blogspot.com).*
- Iman -- yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
- Ilmu -- mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
- Amal -- mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho'tum)
- Dakwah -- menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
- Jihad -- menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
Agama , Akidah & Akhlak , Ramadan 2015

Kewajiban seorang Muslim terhadap Agamanya (Islam) bukan sekadar mengamalkan, tapi juga menyebarkan dna menjaga serta membela nama baiknya.
MENGACU kepada QS. Al-'Ashr, ulama menyebutkan ada 5 kewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.
“Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).
Berjuang mendakwahkan dan membela Islam bisa dilakukan dengan ragam cara, dengan harta, jiwa, juga lisan.
"Perangilah orang-orang musyrik dengan harta kalian, jiwa kalian dan lisan kalian" (HR Abu Daud dan Al-Hakim dari Anas). Wallahu a'lam bish-shawabi. (http://inilahrisalahislam.blogspot.com).*
Sumber: KH Endang Saifuddin Anshary, Kuliah Al-Islam.
Agama , Akidah & Akhlak , Bulan Suci Ramadhan , Ramadan 2015

ISTILAH Takjil, Tarawih, dan Sahur adalah tiga istilah yang hanya muncul selama bulan Ramadhan. Soalnya, ketiganya memang istilah khas Ramadhan alias bulan puasa.
Ta'jil dipahami sebagai buka puasa. Tarawih atau taraweh adalah shalat sunat berjamaah, biasanya 8 rakaat plus shalat sunat witir 3 rakaat, yang dilakukan setelah shalat Isya. Sahur adalah makan malam, tepatnya dinihari sebelum Subuh.
Btw, Saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1436 H / 2015 M.
Arti Takjil
Menurut Kamus Bahasa, takjil artinya mempercepat (dalam berbuka puasa). Para ustadz di masjid sering mengemukakan, umat Muslim yang berpuasa disunahkan atau dianjurkan mempercepat buka puasa. Kita bilang, gak disunahkan juga pastinya kita buru-buru kok buka puasa, tun gak? He he...
Jadi, makna sebenarnya takjil adalah "menyegerakan" atau "mempercepat". Dari kata Arab,'ajala, artinya cepat atau mempercepat. Dalam istlilah blogging: fast loading!
Maka, tidak tepat jika takjil diartikan sebagai "makanan untuk berbuka puasa".
Ada juga yang memaknai takjil sebagai "penyegaran", yakni menyegarkan tenggorokan atau fisik dengan berbuka puasa --minum air dan makanan yang manis.
Kesimpulan: Jangan artikan takjil sebagai makanan-minuman untuk berbuka karena takjil itu kata kerja (verb), yakni bersegera dalam berbuka puasa.
Menurut Kamus Bahasa (KBBI), Tarawih (Ta·ra·wih) adalah shalat sunah pada malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) pada bulan Ramadan (bulan puasa).
Masih menurut para ahli, kata tarawih berasal dari bahasa Arab dan merupakan bentuk jamak dari kata at-tarwiihu yang artinya "penganginan" (proses mengangin-anginkan). Maksudnya, istirahat, santai.
Kata dasar tarawih, masih menurut para ahli, adalah rahah’ santai, istirahat, tidak tergesa-gesa’.
Kata ustadz, istilah tarawih menjadi nama lain dari shalat malam (qiyamul lail) Ramadhan atau Qiyamu Ramadhan, yaitu minimal delapan rakaat usai shalat Isya.
Arti Kata Tarawih
Menurut para ustadz, tarawih juga dari bahasa Arab, tarwihu atau tarwiyah, lalu diadopsi ke dalam bahasa Indonesia menjadi tarawih dan "dikacaukan" pengucapannya oleh lidah kita menjadi taraweh.Menurut Kamus Bahasa (KBBI), Tarawih (Ta·ra·wih) adalah shalat sunah pada malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) pada bulan Ramadan (bulan puasa).
Masih menurut para ahli, kata tarawih berasal dari bahasa Arab dan merupakan bentuk jamak dari kata at-tarwiihu yang artinya "penganginan" (proses mengangin-anginkan). Maksudnya, istirahat, santai.
Kata dasar tarawih, masih menurut para ahli, adalah rahah’ santai, istirahat, tidak tergesa-gesa’.
Kata ustadz, istilah tarawih menjadi nama lain dari shalat malam (qiyamul lail) Ramadhan atau Qiyamu Ramadhan, yaitu minimal delapan rakaat usai shalat Isya.
Kesimpulannya: tarawih adalah shalat malam atau tahajud yang waktunya diawalkan, yakni yang biasa dinihari, menjadi ba'da Isya.
Arti Kata Sahur
Menuruh kamus bahasa juga, sa·hur adalah makan pada dini hari (disunahkan menjelang fajar sebelum Subuh) bagi orang-orang yang akan menjalankan ibadah puasa.
Jadi, sahur ini adalah dinner (makan malam) khas bulan Ramadhan. Kata ustadz, banyak berkah sahur. Kaum Muslim disunahkan sahur biar berkah dan ibadah puasanya kuat. Kasihan 'kan fisik kita jika tidak diisi "bensin" dulu sebelum total selama siang hari tidak makan dan minum.
Agama , Akidah & Akhlak , Bulan Suci Ramadhan , Puasa 2015

Sedekah Makanan Buka Puasa: Tradisi Ramadhan Warga Mekkah
SETIAP tahun warga Mekah menyediakan makanan berbuka puasa untuk jamaah di sekitar Masjid Haram. Ini tradisi turun-temurun di kalangan warga Mekah.
Menurut salah seorang penduduk Makkah, Haydar Amoun, 56 tahun, setiap bulan Ramadhan ia mengumpulkan anak-anak dan cucunya untuk memberi makanan berbuka puasa kepada orang miskin dan jamaah Masjid Haram.
Dia membawa mereka beberapa jam sebelum berbuka puasa sehingga mereka dapat mengatur makanan tersebut di lingkungan miskin. Makanan untuk berbuka puasa yang ia sediakan terdiri dari pisang, jeruk, biskuit, kurma, dan air.
"Kami memiliki anggaran untuk menyediakan makanan-makanan ini. Kita mulai mengumpulkan uang untuk itu beberapa bulan sebelum Ramadhan.. Kami tidak mengharapkan apa-apa selain pahala dari Allah,” katanya kepada Associated Press.
“Kami menargetkan wilayah-wilayah miskin dan mendistribusikan makanan di antara orang miskin dan yang membutuhkan. Sisanya yang kita distribusikan kepada jamaah dalam perjalanan mereka ke Masjidil Haram."
SETIAP tahun warga Mekah menyediakan makanan berbuka puasa untuk jamaah di sekitar Masjid Haram. Ini tradisi turun-temurun di kalangan warga Mekah.
Menurut salah seorang penduduk Makkah, Haydar Amoun, 56 tahun, setiap bulan Ramadhan ia mengumpulkan anak-anak dan cucunya untuk memberi makanan berbuka puasa kepada orang miskin dan jamaah Masjid Haram.
Dia membawa mereka beberapa jam sebelum berbuka puasa sehingga mereka dapat mengatur makanan tersebut di lingkungan miskin. Makanan untuk berbuka puasa yang ia sediakan terdiri dari pisang, jeruk, biskuit, kurma, dan air.
"Kami memiliki anggaran untuk menyediakan makanan-makanan ini. Kita mulai mengumpulkan uang untuk itu beberapa bulan sebelum Ramadhan.. Kami tidak mengharapkan apa-apa selain pahala dari Allah,” katanya kepada Associated Press.
“Kami menargetkan wilayah-wilayah miskin dan mendistribusikan makanan di antara orang miskin dan yang membutuhkan. Sisanya yang kita distribusikan kepada jamaah dalam perjalanan mereka ke Masjidil Haram."
Penduduk Mekah lainnya, Hosni Labban, mengatakan dia berpartisipasi setiap tahun dengan mendistribusikan air dingin kepada para jemaah di samping susu dan kurma. Anggaran Labban terbatas sehingga ia mempersiapkan 50 kantong berisi air dingin dan susu.
"Saya menargetkan pengendara di jalan yang tidak bisa melakukan buka puasa di rumah. Pengemudi sering berkendara dengan kecepatan tinggi agar mereka bisa mencapai rumah pada waktunya, tetapi dengan mendistribusikan kantong makanan untuk mereka, mereka akan memperlambat dan mengemudi dengan aman karena mereka memiliki sesuatu untuk berbuka puasa dengan saya selalu memberitahu mereka untuk mengemudi dengan aman ketika saya mendistribusikan kantong-kantong makanan tersebut.. "
Menurut Abdul Latif Sharaf, 45 tahun, penduduk Makkah, menyediakan makanan berbuka puasa untuk jamaah Masjid Haram adalah pekerjaan mulia bagi umat Islam. Dia mewarisi tradisi ini dari ayahnya dan mengajarkan tradisi ini kepada anaknya yang berusia enam tahun.
"Setiap hari saya mengambil sejumlah besar kurma dan air Zamzam dingin dan pergi ke Masjidil Haram. Saya menyalurkan kurma dan air dengan anak saya kepada para jemaah Umrah di dalam area Tawaf segera setelah panggilan untuk shalat Maghrib mulai. Saya bangga melihat bahwa anak saya menikmati itu dan saya pastikan bahwa semua makanan yang saya bawa telah didistribusikan sebelum saya berbuka saya."
Demikianlah salah satu tradisi warga Mekkah Arab Saudi dalam mendirikan Ramadhan dengan amal saleh, antara lain sedekah makanan untuk buka puasa.(Sudan News Agency
Top 3 Popular of The Week
-
Di front page. homepage, beranda, atau halaman depan blog ini terpasang "image banner" bertuliskan "Ramadhan Karim"...
-
Apakah niat puasa harus diucapkan? JAWAB : Tidak harus. Niat puasa tidak harus diucapkan atau dilafalkan karena tempat niat itu dalam hat...
-
Setidaknya ada lima Amalan Penghapus Dosa karena Allah SWT Maha Pengampun. MANUSIA tidak lepas dari khilaf sehingga sering berbuat dosa ...
-
Berikut ini Daftar Tulisan Arab Salam (Assalamu'alaikum), Basmalah (Bismillahir rohmaanir rohim), Hamdalah (Alhamdulillah), Tasbih (Su...
-
TANYA : Apakah benar tidurnya orang berpuasa Ramadhan itu adalah ibadah? JAWAB : Menurut para ulama, ungkapan yang sering disebu...